Tuesday, December 11, 2018
   
Text Size

UNU Surakarta Diskusikan Hubungan RI – AS

 

diskusi

Dari kanan: H. Soekamto, SH, M.H. (Purek I), Drs. H.A. Mufrod Teguh Mulyo, M.H. (Rektor), Benny Junito (Political Assistant), Michael Thoman (Political Officer, Pembicara), Drs. Muhammad Ishom, M.A. (Purek II)

Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis  ke-52, Universitas  Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta bekerja sama dengan Kedubes AS di Jakarta mengadakan diskusi ilmiah, Senin (4/10) dengan tema “Aspek Politik Hungan Indonesia Amerika Serikat”. Diskusi yang berlangsung di Aula UNU Surakarta ini dibuka oleh Rektor UNU Surakarta, Drs.H.A. Mufrod Teguh Mulyo, MH.. Peserta diskusi adalah segenap Sivitas Akademika UNU Surakarta dengan pembicara Michael  homan, Political Ofiicer Kedubes A.S.

Dalam ceramahnya, Michael Thoman antara lain mengatakan bahwa hubungan Indonesia - AS sekarang lebih baik dibandingankan dengan di masa pemerintahan AS sebelumnya karena kedua negara ini kini memiliki apa yang disebut kemitraan komprehensif, yakni hubungan kerja sama di berbagai bidang yang meliputi: lingkungan hidup, kesehatan, pendidikan, keamanan, politik dan ekonomi. Dalam kemitraan komprehensif ini, Indonesia dan AS memiliki kedudukan yang sama.

Menjawab pertanyaan peserta diskusi tentang bagaimana Amerika memandang Islam, Michael Thomas mengatakan bahwa masyarakat Amerika Serikat setuju bahwa Islam adalah agama damai sehingga seruan pembakaran Al Qu'ran pada September lalu oleh beberapa orang di sana tidak mendapat sambutan dari warga AS. Tentang Indonesia, menurutnya, Rakyat AS sekarang mengetahui lebih banyak tentang negeri ini setelah Barrack Obama terpilih menjadi Presiden. Ini terkait dengan pengalaman hidup Barrack Obama semasa kecil yang pernah tinggal dan belajar di Indonesia selama beberapa tahun. Sebelumnya, rakyat Amerika Serikat hanya tahu tentang Bali.

Usai acara, Drs. H.A. Mufrod Teguh Mulyo, M.H., menyampaikan cindera mata kepada pembicara dan asistennya.